Sebanyak 76 ribu Sekolah tanpa Perpustakaan


Sam­pai saat ini 76.478 sekolah mu­lai dari Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas sederajat belum memiliki perpustakaan. Pa­dahal, perpustakaan me­ru­pa­kan sarana standar yang harus dipenuhi di sekolah untuk me­ning­katkan mutu pendidikan.

Dari jumlah tersebut di tingkat SD yang masih miskin perpus­ta­ka­an 55.545 sekolah. Di tingkat SMP 1.029 sekolah, dan di ting­kat SMA/SMK 8.904 sekolah.

Kepala Perpustakaan Nasional Sri Sularsih mengatakan, per­pus­takaan sekolah harus terus di­kembangkan sesuai dengan Un­dang-Undang Perpustakaan.

Menurutnya, dalam aturan tersbeut sekolah harus meng­alo­ka­sikan 5 persen anggaran pen­da­patan dan belanja sekolah un­tuk meningkatkan koleksi per­pustakaan. “Tapi sampai se­karang belum dilaksanakan se­mua sekolah,” katanya di Jakarta, ke­marin.

Dikatakan, perpustakaan se­ko­lah belum dioptimalkan untuk mem­bangun kegemaran mem­ba­ca. Padahal, guru di sekolah me­miliki peluang untuk mengem­bangkan minat baca siswa de­ngan menugaskan siswa mencari buku-buku referensi yang diin­teg­rasikan dalam proses pem­be­lajaran di perpustakaan se­ko­lah. ”Sebaliknya, untuk per­pus­takaan nasional dan daerah hing­ga ke tingkat desa dan komunitas justru bergeliat dengan membuat beragam kegiatan dan menambah jumlah koleksi buku,” ujarnya.

Menurutnya, pengadaan in­frastruktur perpustakaan sekolah me­njadi tanggung jawab Ke­menterian Pendidikan dan Ke­bu­dayaan (Kemdikbud). Apalagi, de­ngan alokasi bidang pen­di­dik­an terus meningkat, semestinya jum­lah perpustakaan dan koleksi bu­kunya di sekolah juga me­ning­kat.

“Kemendikbud diharapkan menaruh perhatian mengop­ti­malkan perpustakaan sekolah se­bagai sumber belajar dan ilmu pe­ngetahuan. Pembiasaan begini bisa membuat anak-anak terbiasa untuk menjadikan perpusatakaan sebagai tempat mencari ilmu pe­ngetahuan yang beragam dan kaya,” harapnya.

Sementara, Kepala Humas Per­pusnas Agus Sutoyo menyatakan, jumlah sekolah yang belum me­mi­liki perpustakaan bukanlah angka yang baku. “Itu jumlah dari seluruh Indonesia. Sebenarnya jumlahnya bisa lebih dari kondisi sekarang,” katanya.

Diungkapkan, banyak peme­rintah daerah dan pihak sekolah yang mengajukan bantuan pem­bangunan perpustakaan ke Per­pusnas. Tapi banyak tidak bisa ditindaklanjuti, karena Perpusnas tidak memiliki kewenangan. “Itu kewenangan dan kewajiban Ke­mendikbud. Tepatnya Ditjen Se­kolah Dasar dan Menengah Ke­men­dikbud yang memiliki kewe­nangan itu,” jelasnya.

Lalu apa kewenangan Perpus­nas? Agus menjelaskan, Perpus­nas akan mempertimbangkan, jika permintaan tersebut berupa bantuan koleksi buku dan tenaga SDM pengelola perpustakaan. “Garis komandonya seperti itu. Ka­lau minta SDM pengelola per­pustakaan akan kita berikan, min­ta koleksi buku pun akan diper­timbangkan,” jelasnya.

Paling minim, kata dia, setiap satu sekolah harus memiliki per­pustakaan yang jumlah kolek­si­nya hampir sama dengan per­pus­takaan keliling yaitu sebanyak 2500 buku dan harus disesuaikan de­ngan luas ruang perpustakaan dan jumlah siswa sekolah. Satu unit perpustakaan keliling dengan 2500 koleksi buku diperkirakan menghabiskan anggaran Rp 350 juta. “Kemampuan dari sarana yang ada, tapi tidak bisa disa­ma­ratakan,” ucapnya.

Sekolah daerah mana saja yang belum memiliki perpustakaan. Agus menyebutkan, sekolah di ka­wasan Indonesia timur yang paling banyak belum memiliki perpustakaan, karena sarana in­frastruktur yang terbatas. Mi­sal­nya di Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, NTT, NTB, maluku, Ambon dan Papua Barat.

Sementara, Pelaksana Tugas Di­rektur Jenderal Pendidikan Da­sar Kemendikbud Suyanto men­jelaskan, selama 2012-2013 pe­me­rintah menargetkan mem­ba­ngun 10.942 perpustakaan. Pada 2012 pemerintah berencana mem­bangun 9.442 perpustakaan. Sedangkan pada 2013 akan di­bangun 1.500 perpustakaan. “Sehingga pada akhir tahun 2013 ditargetkan 75 persen SD sudah me­miliki perpustakaan,” katanya.

Diungkapkan, kekurangan per­pustakaan yang cukup besar terjadi di SMK. Dari 9.875 SMK ha­nya 4.362 sekolah saja yang me­miliki perpustakaan. Mi­nimnya perpustakaan juga terjadi di ­sekolah SMA. Dari 11.535 ha­nya 8.144 sekolah yang memiliki per­pustakaan.

 

Bagaimana dengan perpustakaan swadaya yang independent ?

dimana sajakah mereka berada ?

sumber

http://www.rmol.co/read/2012/10/10/81248/76-Ribu-Sekolah-Tak-Punya-Fasilitas-Perpustakaan-Ideal-

Tentang Perpustakaan Harapan Bangsa|TBM umum gratis

Perpustakaan Gratis dan Pusat Taman Belajar Masyarakat Desa | Alamat Sekretariat : Jl. Klengkeng 9 A dusun Buntaran Desa Belung Rt 03 rw 05 Kecamatan Poncokusumo kab. Malang telpon(0341)9463046 | sms 0812 1682 6657 Membantu meningkatkan budaya baca masyarakat pedesaan | call me pleawse for participation. Media alternatif masyarakat desa belung menggali ilmu pertanian, ilmu beternak, ilmu bercocok tanam secara organiks, menemukan ketrampilan - ketrampilan alternatif masyarakat pedesaa. menyediakan literatur ekonomi praktis terapan yang berguna untuk memupuk jiwa wiraswasta masyarakat dan generasi muda pedaasaan. Buku tersedia gratis untuk di bawa pulang, Sedang dikembangkan pula perpustakaan -perpustakaan independent lain di Malang raya. call naow 0341 9463046 sms 0899 0386 292 www.harapan-bangsa.tk
Pos ini dipublikasikan di artikel perpustakaan dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s