Benarkah 47 Perpustakaan Desa di Kabupaten Malang tidak Aktif ?


Beberapa Perpustakaan dan Arsip daerah yang tersebar di masing-masing wilayah berbeda seringkali membangun sebuah ide untuk mendirikan Perpustakaan di Desa-desa. Namun sayangnya, kebijakan tersebut belum dikelola dengan baik sehingga tidak sedikit perpustakaan Desa yang tidak aktif.

Kondisi ini juga yang saat ini sedang dialami oleh beberapa Perpustakaan Desa di Kabupaten Malang. Jumlah Perpustakaan Desa di Kabupaten Malang saat ini cukup banyak. Menurut catatan Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi, jumlahnya mencapai 93. Namun yang aktif hanya 46 Perpusatakaan Desa. Sedangkan sisanya, 47 unit tidak aktif.

Jumlahnya banyak. Tapi yang aktif hanya 46 dari 93 Perpustakaan Desa se Kabupaten Malang. Sedangkan sisanya tidak aktif, kata Bupati Malang Rendra Kresna, seperti dikutip dari memoarema.com (25/9/13).

Karena itu, Pemkab Malang memberikan bantuan 10.000 buku kepada Perpustakaan Desa dan Perpustakaan PKK.

Enam Perpustakaan Desa yang menerima bantuan itu adalah Perpustakaan Desa Tlogosari Kecamatan Donomulyo, Desa Srigading Kecamatan Lawang, Desa Tirtomoyo Kecamatan Pakis, Desa Sumbertangkil Kecamatan Tirtoyudo, Desa Bangelan Kecamatan Wonosari, dan Perpustakaan Desa Karanganyar Kecamatan Poncokusumo.

Sedangkan empat Perpustakaan PKK Desa yang menerima bantuan adalah Perpustakaan PKK Desa Sukoraharjo Kecamatan Kepanjen, PKK Desa Panggungrejo Kecamatan Kepanjen, PKK Desa Harjokuncaran Kecamatan Sumbermanjing Wetan, dan Perpustakaan PKK Desa Sukowilangun Kecamatan Kalipare.

Penyerahan bantuan ini merupakan salah satu program Pemerintah Kabupaten Malang melalui Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi. Perlu saya sampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Malang dengan program programnya senantiasa berusaha menjalin kerjasama dan koordinasi yang sinergis dengan berbagai lembaga terkait. Begitu pula untuk perpustakaan dimana diharapkan terjadi kesinambungan program sehingga upaya mengembangkan perpustakaan sebagai sarana meningkatkan kualitas hidup masyarakat dapat segera terwujud, terang bupati.

Dengan bantuan ini diharapkan dapat menjadi motivasi khususnya bagi para penerima bantuan yang telah menunjukkan, bahwa mereka sangat apresiatif, antusias serta responsif terhadap upaya peningkatan kualitas SDM sebagai pilar utama pembangunan, baik melalui pendidikan formal, maupun sarana-sarana lain termasuk pengembangan perpustakaan dan peningkatan minat baca serta kebiasaan membaca masyarakat.

Selain itu bantuan ini untuk meningkatkan kepedulian terhadap dunia pendidikan dengan memanfaatkan sarana perpustakaan yang bagi sebagian orang masih kurang diatensi. Saya berharap, kegiatan seperti ini bukan saja sampai disini tetapi kontinyu dan dapat berlangsung berkesinambungan, sampai seluruh perpustakaan desa mendapat bantuan, imbuh Rendra.

Bagi desa yang wilayahnya belum memiliki perpustakaan, bupati menghimbau untuk difasilitasi dan didorong agar dapat segera memiliki perpustakaan desa. Hal ini penting mengingat keberadaan perpustakaan desa bukan hanya sebagai pelengkap pelaksanaan pemerintahan desa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, melainkan untuk lebih meningkatkan tempat pembelajaran dan peningkatan pengetahuan bagi masyarakat, baik secara kualitas maupun kuantitas di wilayah Kabupaten Malang, sesuai Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan dan Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2001 tentang Perpustakaan Desa/Kelurahan.

Persoalan dan penyelesaian masalah perpustakaan tidak hanya tanggung jawab pemerintah melalui Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi semata, namun juga tanggung jawab seluruh komponen bangsa, ujarnya.

Menurut bupati, pemerintah menyadari beban berat yang dihadapi dalam upaya memberikan layanan perpustakaan secara prima kepada masyarakat. Begitu luasnya masyarakat yang harus dilayani, sementara di sisi lain kondisi perpustakaan belum berkembang sebagaimana diharapkan, sehingga kemampuan menyediakan bahan bacaan pun sangat terbatas.

Menyikapi keterbatasan tersebut, pemberian bantuan ini merupakan upaya untuk memenuhi ketersediaan bahan bacaan bagi masyarakat sampai ke perdesaan. Walaupun belum merata, namun diharapkan program stimulasi ini dapat memacu seluruh stakeholder untuk menindaklanjuti dan melakukan program serupa, sehingga dapat mempercepat tumbuhnya budaya baca masyarakat dan terpenuhinya kebutuhan masyarakat akan informasi yang berguna untuk menambah pengetahuan, kemampuan serta meningkatkan kualitas hidupnya harapnya.

sumber artikel ini :

http://duniaperpustakaan.com/blog/2013/09/26/47-perpustakaan-desa-di-kabupaten-malang-tidak-aktif/

Tentang Perpustakaan Harapan Bangsa|TBM umum gratis

Perpustakaan Gratis dan Pusat Taman Belajar Masyarakat Desa | Alamat Sekretariat : Jl. Klengkeng 9 A dusun Buntaran Desa Belung Rt 03 rw 05 Kecamatan Poncokusumo kab. Malang telpon(0341)9463046 | sms 0812 1682 6657 Membantu meningkatkan budaya baca masyarakat pedesaan | call me pleawse for participation. Media alternatif masyarakat desa belung menggali ilmu pertanian, ilmu beternak, ilmu bercocok tanam secara organiks, menemukan ketrampilan - ketrampilan alternatif masyarakat pedesaa. menyediakan literatur ekonomi praktis terapan yang berguna untuk memupuk jiwa wiraswasta masyarakat dan generasi muda pedaasaan. Buku tersedia gratis untuk di bawa pulang, Sedang dikembangkan pula perpustakaan -perpustakaan independent lain di Malang raya. call naow 0341 9463046 sms 0899 0386 292 www.harapan-bangsa.tk
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di artikel perpustakaan dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s